Senin, 20 Juli 2020

[SALAH] "Indomie Rasa Saksang Babi"


Foto suntingan / editan. Pada foto asli, varian rasa Indomie itu adalah Rasa Soto Medan. Pihak PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk juga menegaskan bahwa klaim itu hoax, karena Indofood hanya memproduksi produk halal.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
============================================
Kategori : Konten yang Dimanipulasi
============================================

Akun Falah Ipay ([fb.com/falah.ipay.9](http://fb.com/falah.ipay.9)) mengunggah sebuah foto salah satu produk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, yaitu Indomie yang seolah adalah varian "Rasa Saksang Babi"

Unggah ini disertai narasi "Indomie seleraku Rasa babi emmm endull"

Sumber : [https://archive.vn/eAMvX](https://archive.vn/eAMvX) (Arsip)

============================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ada foto produk Indomie Rasa Saksang Babi adalah klaim sayang salah.

Faktanya, foto itu adalah foto suntingan atau editan. Pada foto asli, varian rasa Indomie itu adalah Rasa Soto Medan. 

Salah satunya, diunggah di situs jual beli Tokopedia oleh akun KEDAI HARIAN ETEK dengan judul "INDOMIE RASA SOTO MEDAN". Foto tersebut identik dengan foto yang sudah diedit, terutama pada bagian latar belakang dan tanggal kedaluwarsa produk di foto tersebut yang itu 28 01 20.

Pihak PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk juga menegaskan bahwa klaim itu hoax, karena Indofood hanya memproduksi produk halal.

Lewat akun media sosialnya, pihak Indomie juga menegaskan, komitmennya bahwa seluruh produk Indomie halal dan aman dikonsumsi.
"Hai Indomielovers!
Kami berkomitmen bahwa seluruh produk Indomie sudah mendapatkan sertifikasi HALAL dari MUI agar aman dan halal dikonsumsi, jadi kamu ngga perlu khawatir. Kami selalu memastikan keamanan & kehalalan produk Indomie selalu terjaga, demi kenyamanan kamu." tulis Indomie, Senin, 20 Juli 2020.

REFERENSI
[https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4310523/foto-indomie-rasa-saksang-babi-ternyata-hoax-indofood-hanya-memproduksi-produk-halal](https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4310523/foto-indomie-rasa-saksang-babi-ternyata-hoax-indofood-hanya-memproduksi-produk-halal)
[https://www.tokopedia.com/kedaiharianetek/indomie-rasa-soto-medan](https://www.tokopedia.com/kedaiharianetek/indomie-rasa-soto-medan)
[https://www.instagram.com/p/CC3oh6hFbGq/](https://www.instagram.com/p/CC3oh6hFbGq/)
[https://twitter.com/Indomielovers/status/1285204115631423489](https://twitter.com/Indomielovers/status/1285204115631423489)
[https://www.facebook.com/Indomie/photos/a.10152591995536501/10157937268801501/?type=3&theater](https://www.facebook.com/Indomie/photos/a.10152591995536501/10157937268801501/?type=3&theater)
[http://www.indomie.co.id/Product/Category/10](http://www.indomie.co.id/Product/Category/10)

Sabtu, 18 Juli 2020

[SALAH] Palestina Dihapus oleh Google Dari Peta Dunia

Nama negara 'Palestina' memang tidak pernah dicantumkan dalam peta dunia Google Maps. Google tidak pernah menghapus informasi mengenai negara tersebut.

= = = = =

KATEGORI: KONTEN YANG MENYESATKAN

= = = = =

SUMBER: TWITTER
[http://archive.vn/5kzZX](http://archive.vn/5kzZX)

= = = = =

NARASI:

“Kalian sibuk sama #jessicajane #MUFC & De Gea, sampai kalian tidak tau hari ini Palestina di hapus oleh google dr peta dunia :sob:,”

= = = = =

PENJELASAN:

Akun Twitter bernama yans9 (yans987) mengunggah tweet yang berisi informasi bahwa negara Palestina dihapus dari peta dunia Google Maps dilengkapi dengan gambar perbandingan peta Palestina tahun 1918 dengan ‘hari ini’ yakni pada tahun 2020.

Berdasarkan hasil penelusuran, isu mengenai penghapusan Palestina dari peta Google Maps sempat viral pada tahun 2016 lalu. Hal ini menyebabkan tudingan kepada pihak Google yang telah sengaja menghapus Palestina dari peta. Faktanya pihak Google menyatakan bahwa nama negara 'Palestina' selama ini memang tak pernah tertera di peta Google Maps sebagaimana disebutkan dalam artikel berjudul “[EDUKASI] Google Maps Tak Cantumkan Negara Palestina” yang tayang pada situs [turnbackhoax.id](http://turnbackhoax.id/) tanggal 06/08/2016. 

Dua nama yang ada hanyalah nama wilayah Tepi Barat (West Bank) dan Jalur Gaza (Gaza Strip). Dua nama wilayah itulah, yang pada 2016 menurut Google menghilang karena masalah teknis. Walau begitu, informasi mengenai kota dan negara tersebut tetap ditampilkan di kotak informasi.

“Tak pernah ada label ‘Palestina’ di Google Maps,” ujar seorang juru bicara Google dalam sebuah pernyataan yang dirangkum KompasTekno dari Fortune, Jumat (12/08/2016).

Dilansir dari [Kompas.com](http://kompas.com/), menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Google terkait hilangnya wilayah Palestina dari Google Maps. Pada prinsipnya, kata Rudiantara, Google membuat peta dengan mengacu pada keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

"Di PBB, kan status Palestina adalah observer, belum menjadi anggota penuh," ujar Rudiantara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/08/2016).

Dari hasil penelusuran di atas, tweet mengenai penghapusan Palestina oleh pihak Google termasuk pada Konten yang Menyesatkan.

REFERENSI:

[https://turnbackhoax.id/2016/08/06/edukasi-google-maps-tak-cantumkan-negara-palestina/](https://turnbackhoax.id/2016/08/06/edukasi-google-maps-tak-cantumkan-negara-palestina/) 
[https://www.liputan6.com/tekno/read/2573929/ini-alasan-palestina-tak-ada-di-google-maps](https://www.liputan6.com/tekno/read/2573929/ini-alasan-palestina-tak-ada-di-google-maps) 
[https://kumparan.com/kumparannews/mengapa-tidak-ada-palestina-di-google-maps](https://kumparan.com/kumparannews/mengapa-tidak-ada-palestina-di-google-maps) 
[https://tekno.kompas.com/read/2016/08/11/11250007/Palestina.Hilang.di.Google.Maps.Ini.Penjelasan.Google.kepada.Menkominfo](https://tekno.kompas.com/read/2016/08/11/11250007/Palestina.Hilang.di.Google.Maps.Ini.Penjelasan.Google.kepada.Menkominfo).

Rabu, 15 Juli 2020

HOAX Gambar "Islam Jangan Liberal!"


Konten suntingan / editan. Konten asli dari kumparancom adalah grafis dengan narasi "JANGAN TURUN KE DAGU", terkait imbauan agar masyarakat tak menurunkan maskernya ke dagu karena hal ini justru akan mencemari masker. Sumber klaim juga sudah meminta maaf dan menghapus postingannya.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN
============================================
Kategori : Konten yang Dimanipulasi
============================================

Akun Rama Firmansyah ([fb.com/100009698109052](http://fb.com/100009698109052)) mengunggah sebuah gambar yang terdapat narasi sebagai berikut:

"ISLAM JANGAN LIBERAL!"

Terdapat ilustrasi penggunaan masker yang dibawahnya terdapat narasi:

"Islam ada di atas, leberal ada di bawah!", "banyak yang tergoda untuk menurunkan keislamanya sehingga tercampur liberalisme." dan, "Islam yang sudah tercampur liberalisme akan menginfeksi pernafasan sehingga wajah korban akan menjadi merah seperti wajah Aidit."

Terdapat logo Kumparan, kemudian narasi "kumparan Olah data: Brian Hikari | Grafis: Hod Susanto" dan "@kumparancom"

Sumber : [https://archive.md/iTvCZ](https://archive.md/iTvCZ) (Arsip)

===========================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya konten grafis dari kumparan yang berisi ilustrasi yang mengaitkan cara pemakaian masker dengan  "ISLAM JANGAN LIBERAL!" adalah klaim yang salah.

Konten grafis yang diunggah oleh sumber klaim adalah konten yang sudah mengalami proses editan atau suntingan. Konten asli dari kumparancom adalah grafis dengan narasi "JANGAN TURUN KE DAGU", terkait imbauan agar masyarakat tak menurunkan maskernya ke dagu karena hal ini justru akan mencemari masker.

Konten grafis yang asli, diunggah di media sosial milik [kumparan.com](http://kumparan.com/), pada tanggal 13 Juli 2020.

Misalnya, di akun facebooknya, kumparan mengunggah konten tersebut dengan narasi: "Pakai masker yang benar ya, agar tidak terpapar virus, bakteri, atau kuman. Oke? #TopNews https://bit.ly/38XXfbK"

Sementara di akun Instagramnya, konten itu diunggah dengan narasi : "Pakai masker yang benar ya, agar tidak terpapar virus, bakteri, atau kuman. Oke?"

Konten grafis tersebut, berisi ilustrasi penggunaan masker dengan narasi masing-masing:

"JANGAN TURUN KE DAGU", "Area terekspos", "Bagian dalam masker kini tercema.", "Mulut dan hidung terpapar bakteri, virus, atau kuman." dan "Bila ingin makan, minum atau aktivitas apapun yang mesti lepas masker, lepas saja seluruhnya."

Akun Rama Firmansyah sendiri, akhirnya meminta maaf dan menghapus postingannya setelah ada klarifikasi langsung kumparan yang meminta warganet berhati-hati atas beredarnya konten hoax hasil modifikasi dari infografik kumparan, dengan pesan yang melenceng dari aslinya dan mengajak warganet melaporkan akun yang menyebarkan informasi bohong tersebut.

"PERNYATAAN MAAF
Saya, Rama Firmansyah, mewakili rekan rekan saya untuk meminta maaf karena memparodikan infografis kumparan yang mencantumkan nama Brian Hikari dan Hod Susanto selaku staf kumparan. Tidak ada niatan misinformasi dari kami, dan kami mengapresiasi tindak cepat dari Kumparan karena mencerminkan etos pemberantasan hoax yang baik. Untuk netizen, kami ucapkan terima kasih pula atas peringatanya. Kalian memberi peringtan secara sopan, dan etos yang sopan tersebut kami apresiasi. Sekian dan selamat malam." Tulis Rama Firmansyah di akunnya.

REFERENSI
[https://www.instagram.com/p/CCkr7KDh4-l/](https://www.instagram.com/p/CCkr7KDh4-l/)
[https://www.facebook.com/kumparancom/photos/a.1977604112466947/3165192890374724/?type=3&theater](https://www.facebook.com/kumparancom/photos/a.1977604112466947/3165192890374724/?type=3&theater)
[https://www.facebook.com/kumparancom/photos/a.1977604112466947/3167477183479628/?type=3&theater](https://www.facebook.com/kumparancom/photos/a.1977604112466947/3167477183479628/?type=3&theater)
[https://archive.md/Ma31j](https://archive.md/Ma31j) (Arsip permintaan maaf sumber klaim)